BAHAYA & RISIKO

APAKAH BAHAYA DAN RISIKO ITU?

            Sejak kecil kita selalu mendengar kata-kata seperti bahaya dan risiko, tapi apakah kita tahu apa arti sebenarnya dari bahaya ataupun risiko itu? Kedua kata tersebut memang sangat umum kita dengar, bahkan kita ucapkan kepada anak kita “jangan main dekat kolam, itu berbahaya”. Jadi apakah bahaya itu? pada umumnya bahaya lebih sulit untuk didefinisikan dibanding risiko, namun lucunya hampir semua tindakan yang kita lakukan adalah suatu hal berbahaya, oleh karena itu mari kita bahas apa itu bahaya dan apa itu risiko.

BAHAYA

           Bahaya atau dalam bahasa Inggris disebut “hazard” dapat diartikan sebagai suatu kondisi atau objek yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keselamatan jiwa dan raga, menimbulkan kerugian material, maupun menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan hidup. Sayangnya kehidupan sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari obyek-obyek maupun kondisi-kondisi ini, dan bahaya dapat dihitung serta di kategorikan sesuai dengan risikonya sebagaimana di rumus: 

Risiko = Bahaya x Celah Keamanan / Kapasitas 


(Risk = Hazard × Vulnerability / Capacity)

Semakin rendah hasil mitigasi terhadap bahaya maka bahaya tersebut bisa dikatakan dormant atau tidak tumbuh/tidak aktif. Sedangkan bila hasil mitigasi ternyata tinggi maka bisa dikatagorikan sebagai bahaya yang aktif. Sehingga bisa dikatakan secara singkat bahaya adalah segala sesuatu yang memiliki resiko.

            Dalam mengemudi banyak sekali kondisi dan obyek yang bisa dikategorikan sebagai bahaya, baik akibat lingkungan (hujan, angin kencang, jalanan yang tertutup daun, salju, hewan liar, dll), kondisi fisik (letih, mengantuk, sakit, emosi, dll), kondisi kendaraan (ban, mesin, transmisi, keausan, dll) serta obyek-obyek statis maupun dinamis sepanjang rute yang akan kita lalui (kendaraan lain, orang menyeberang jalan, pengendara sepeda/sepeda motor, baliho ataupun videotron, dll). Oleh sebab itu ketika kita mengoperasikan kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat kita harus bisa mengidentifikasi kondisi dan obyek berbahaya lalu melakukan mitigasi terhadap bahaya tersebut, dengan begitu kita bisa memperkecil resiko yang bisa timbul. 

 

RISIKO

          Lalu apakah risiko itu? risiko bisa didefinisikan sebagai akibat atau konsekuensi atas tindakan yang dilakukan, sebagaimana rumus diatas yang menyatakan ketika bahaya dikalikan celah keamanan (dalam hal mengemudi bisa diartikan sebagai kelalaian, pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas, mengantuk atau letih, dll) lalu dibagi dengan kapasitas atau besarnya/keparahannya maka kita bisa menghitung besaran resikonya pula. Namun karena kita sering melakukan hal berbahaya maka kewaspadaan kita terhadap bahaya dan resiko pun memudar, sebagai contoh: 

“Kegiatan mengemudi adalah kegiatan berbahaya, karena resikonya hanya dua yaitu menabrak atau ditabrak”. 

Ketika awal mengemudi pasti kita akan merasa gugup dan takut akan kedua hal tersebut, namun sejalan dengan waktu dan keyakinan diri/self confidence yang semakin meningkat maka ketakutan kita akan berangsur hilang, ini diakibatkan karena kita percaya bahwa kemampuan/skill mengemudi kita membaik dan kita mulai menganggap kegiatan berbahaya tersebut (mengemudi) adalah kegiatan sehari-hari. Bila ini terjadi maka celah keamanan/vulnerability akan semakin besar, ditambah dengan faktor keberuntungan/luck karena kita tidak menabrak dan ditabrak, maka bukan tidak mungkin identifikasi terhadap bahaya kita akan semakin melemah. Oleh karena itu kita harus selalu menghitung resiko yang bisa terjadi ketika kita mengemudi, dan perlu diketahui bahwa kegiatan mengemudi adalah salah satu kegiatan beresiko tinggi karena tidak semua orang memiliki pengetahuan mengemudi dan kemampuan antisipasi yang baik ketika menghadapi bahaya.

1 thought on “BAHAYA & RISIKO”

Leave a Reply to Dee Cancel reply