FAKTA KENDARAAN: MENGAPA SOROT LAMPU KIRI DAN KANAN BERBEDA KETINGGIAN?

MENGAPA SOROT LAMPU KIRI DAN KANAN BERBEDA KETINGGIAN?

          Pada saat kita membeli mobil baru produsen kendaraan tersebut telah melakukan test dan kalibrasi terhadap mobil kita, hal ini disebut sebagai QC (Quality Control) untuk memastikan bahwa kendaraan yang diserahkan kepada kita sudah layak jalan. Banyak sekali QC yang harus dilakukan oleh pihak produsen mulai pada mesin, body dan chassis kendaraan, roda-roda, kelistrikan dan juga lampu. Pada mobil standard, ketika mobil kita hadapkan ke tembok maka bisa kita lihat bahwa ketinggian sorot lampu yang kiri dengan yang kanan berbeda.  Begitu pula ketika berkendara, seolah lampu kiri “lebih jauh” sorotannya ketimbang lampu yang kanan.

          Sayangnya tidak semua dari kita memahami mengapa sorot lampu tersebut berbeda ketinggian. Ketidak tahuan ini akhirnya memicu kreatifitas kita (tanpa disertai logika tentunya) sehingga menganggap kendaraan tersebut tidak dilakukan QC karena sorotan lampunya berbeda. Dan pada akhirnya kita melakukan sendiri penyetelan terhadap lampu tersebut hingga sorotannya seimbang/sama, bahkan ada yang membuat sorotan lampu kanan lebih tinggi dibanding lampu kiri karena dengan “logika naif” agar bisa melihat kendaraan dari arah depan, dan dengan sorot lampu kanan yang lebih jauh otomatis kendaraan dari berlawanan arah bisa melihat lampu kita lebih awal. 

          SALAH BESAR! Ketika anda memiliki pendapat bahwa lampu kanan sorotannya harus lebih tinggi daripada lampu kiri agar ketika malam hari kendaraan dari arah berlawanan dapat melihat cahaya lampu anda, maka secara otomatis anda telah MENCELAKAKAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN! Mengapa? Karena itu sama saja anda seolah menyalakan lampu jauh / high beam kepada pengemudi dari arah berlawanan, selain itu posisi lampu semacam itu juga akan menyilaukan bagi pengemudi kendaraan yang berjalan searah didepan anda karena sorotan lampu anda akan memantul pada spion disisi pengemudi. Mengapa hal ini berbahaya? Karena ketika pengemudi dari arah berlawanan melihat sorotan lampu anda, terutama pada malam hari, maka mata pengemudi tersebut akan berusaha beradaptasi selama beberapa detik. Dalam beberapa detik tersebut kemungkinan pengemudi itu bisa mengalami peristiwa “two wheel off pavement” atau  “dropped wheel” (ban keluar dari aspal dan jatuh ke tanah/gravel) ketika hal ini terjadi dan sang pengemudi panik hanya ada dua hal yang pasti akan dilakukan yaitu:

  • Menginjak rem  dan atau
  • Mengarahkan stir ke kanan agar ban kendaraan kembali ke aspal
Bila hal ini dilakukan maka kejadian berikutnya yang pasti terjadi adalah tabrakan adu kambing / head on collision dengan kendaraan anda. Karena ketika peristiwa “dropped wheel” pengemudi menginjak rem, otomatis ketika ban kiri di tanah/gravel sedangkan ban kanan diaspal maka hal ini yang disebut dengan uneven braking/pengereman yang tidak seragam.
Akibatnya adalah ban kanan akan berhenti sementara ban kiri akan tetap berjalan, sehingga seketika kendaraan akan berbelok kearah kanan dan menabrak kendaraan yang berlawanan arah. Hal ini juga berlaku bila pengemudi tersebut mengarahkan stir kekanan dengan harapan roda kendaraan bisa kembali ke aspal/jalan, karena traksi yang berbeda (sama seperti bila dilakukan pengereman) akibatnya kemungkinan besar yang terjadi adalah over correction/koreksi berlebihan sehingga kendaraan bisa hilang kendali.
 

 
Lalu apa yang harus dilakukan bila kita sudah terlanjur mengubah jarak sorot lampu kita? berikut adalah beberapa tips untuk melakukan kalibrasi lampu depan anda:
 
  1. Parkir mobil anda ditempat yang datar yang didepannya terdapat tembok atau mobil lain (diutamakan jenis sedan karena memiliki panel kaca belakang paling rendah dibanding mobil tipe lain).
  2. Atur jarak dengan tembok/mobil sedan kurang lebih 50 cm, lalu pastikan sorot lampu tidak offside/melebar kearah luar dan sejajar dengan posisi lampu kita. Bila offside ada dua kemungkinan yaitu dudukan lampu berubah (karena tabrakan atau memang rusak) atau memang lampu tersebut memang bisa disetel offside, bila bisa disetel segera disejajarkan.
  3. Setelah sorot lampu sejajar dengan posisi lampu kendaraan, mundurkan kendaraan sejauh 5-10 meter untuk memastikan bahwa sorot lampu tersebut tidak lebih tinggi dari kap mesin kita.
  4. Setelah posisi sorot lampu lampu kanan sesuai dan tidak lebih tinggi dari kap mesin sebagaimana gambar dibawah, naikkan sorot lampu kiri 5 cm lebih tinggi dari sorot lampu sebelah kanan.

Lampu kiri memiliki sorot lebih tinggi dari lampu kanan karena memiliki fungsi antara lain:

  • Agar dapat melihat batas antara jalan dan bahu jalan atau trotoar dimalam hari, sehingga risiko dropped wheel dapat diminimalkan.
  • Dapat melihat lebih baik obyek bahaya yang berjalan lambat atau berhenti seperti sepeda, orang berjalan kaki, mobil mogok dan lain-lain
  • Ketika menyalip kendaraan di depan kita (dari sisi kanan tentunya), karena lampu kiri lebih tinggi maka secara otomatis pengemudi di depan kita akan tersorot lampu kita melalui spion tanpa kita harus memberikan lampu dim/high beam sehingga tidak menyilaukan pengemudi yang berlawanan arah.
Oleh karena itu pastikan sorot lampu anda tidak mengganggu pengendara lain, salah satu perilaku aman di jalan raya adalah dengan saling menghormati satu dengan yang lain, serta berusaha untuk tidak merugikan orang lain.
 
 
==O.J==

Leave a Reply